Rabu, 06 Juni 2012



HARI-HARI ITU KAMI PERGILIRKAN DI ANTARA MANUSIA 
 (  QS. Ali Imron ayat 140 )

            Kalau dalam perang uhud mereka tidak memperoleh kemenangan, bahkan menderita luka dan pembunuhan, dan dalam perang badar mereka dengan gemilang meraih kemenangan  dan berhasil menawan dan membunuh sekian banyak lawan mereka, maka itu adalah bagian dari sunnatullah. Firman Allah . hari-hari itu  kami pergilirkan diantara manusia  merupakan salah satu dari sunnatullah.dan perlu di ketahui bahwa pergantian hari kemenangan dan kegagalan adalah buat manusia. Allah tidak mengatakan pergantian itu antara orang mukmin dan orang kafir. Demikian juga firman Allah , dan supaya Allah mengetahui orang-orang yang beriman, mengandung makna bahwa ujian dengan kemenangan dan kekalahan itu perlu di adakan karena jika orang-orang yang beriman terus menerus menang, maka semua orang akan memihak kepada mereka. Dan ketika itu tidak dapat lagi di bedakan dalam kehidupan nyata mana yang mukmin, mana yang munafik dan mana pula yang kafir , bahkan tidak lagi dapat di bedakan mana yang kuat dan teguh pendiriannya, dan mana pula yang lemah.
        Selanjutnya Allah menyatakan ; supaya sebagian kamu dijadikanNya syuhada; memberi isyarat bahwa  gugur di dalam medan juang, adalah anugrah Ilahi serta kehormatan yang sangat tinggi , karena Allah yang memilih siapa yang di kehendakiNya untuk gugur di medan juang. 

           Bisa jadi giliran kita sukses  atau berhasil maupun giliran kita gagal. atau giliran senang atau susah, giliran lagi diatas tapi tiba-tiba ada dibawah, disaat tertentu ada perasaan suka tapi kemudian tiba-tiba dapat giliran duka, ditambah lagi menderita. sekarang atau hari ini kita ada dimana , sebentar  kemana lagi , atau besuk ada dimana lagi  ternyata tidak ada yang tahu, bahkan tahun depan entah ada dimana lagi. itulah giliran , apa kita tidak percaya lagi dengan  firmanNya. Harta , Pangkat, jabatan, istri/suami  dan lainnya hanyalah giliran semata. 
waktu perang uhud kum muslimin mendapat giliran kalah  hancur luluh lantak tak berdaya menghadapi pasukan kafir  tetapi waktu perang badar kaum muslimin mendapat gilran menang dengan gemilang. lalu giliran kita yang terakhir adalah menunggu giliran mati. setelah itu giliran surga atau neraka, selesailah riwayat hidup ini ternyata hanya menunggu gilran,   apa artinya giliran berikutnya  ? terimakasih tulisan ini semoga ada manfaatnya.

Senin, 04 Juni 2012

3  HAL YANG HILANG DALAM RUMAH TANGGA

Bila orang datang ke Kantor Urusan Agama ( KUA ) ia akan senang, bahagia, sukacita , karena sebentar lagi sang idaman hati akan dimilikinya melalui perkawinan yang sah. Hati berdebar-debar membayangkan malam pertamanya, Ibarat mendapatkan surga  dunia, kecuali hanya yang terpaksa saja kedatangan mereka ke KUA kaena tepaksa kawin atau dipaksa kawin karena suatu sebab tertentu seperti dimintai pertanggungjawabannya karena telah terjadi kecelakaan atau sudah hamil sebelum menikah. . Tetapi sebaliknya orang datang ke Pengadilan Agama ia akan kehilangan 3 hal yaitu : kehilangan sakinah, mawaddah dan rahmah. Hati terasa hancur berkeping-keping . ibarat  ada neraka dalam rumah tangga.
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita untuk membentuk keluarga yang bahagia kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa  agar mencapai tujuan sakinah, mawaddah wa rahmah. Tujuan tak akan berhasil jika 3 hal tersebut hilang, karena sesuatu sebab tertentu yang tak dapat diselesaikan melalui perdamaian.
Islam menganjurkan agar sedapat mungkin perceraian itu sebagai pintu darurat , jalan terakhir menyelesaikan masalah rumah tangga. Dalam pasal 149 Kompilasi Hukum Islam , bahwa akibat perceraian karena talak maka bekas suami wajib :
a.    Memberikan mut’ah yang layak kepada bekas istrinya, baik berupa uang atau benda, kecuali bekas istri tersebut qabla dukhul.
b.      Memberi nafkah, maskan dan kiswah , kepada bekas istri selama masa iddah, kecuali bekas istri telah dijatuhi talak bain atau nusyuz damn dalam keadaan tidak hamil.
c.       Melunasi mahar yang masih terhutang seluruhnya dan separuh apabla qabla dukhul.
d.      Memberikan biaya hadhonah untuk anak-anaknya yang belum mencapai umur 21 tahun.

    Jika 3 hal ( sakinah, mawaddah wa rahmah ) telah hilang maka yang paling cepat merasakan akibatnya adalah anak-anaknya dan keluarga besar kedua belah pihak. Oleh karena perceraian ibarat pintu darurat, maka laksanakanlah dengan cara-cara yang baik seperti perintah Alqur’an surat Al Baqoroh ayat 229 : fa imsakun bimakrufin au tasrihun bi ihsan pisahlah dengan cara-cara yang baik atau rukunlah dengan cara-cara yang baik , di ayat lain 231.  Fa amsiku hunna bimakrufin au sarrihu hunna bimakrufin.  Padahal semestinya menerapkan  surat An Nisa ayat 19,.   wa asyiruu hunna bil makruf , agar tujuan perkawinan dapat tercapai.
Demikian semoga tulisan ini bermanfaat amiin.

Minggu, 03 Juni 2012


KUNCI HIDUP SEHAT ALA RASULULLOH SAW.

Setiap manusia ingin hidup sehat jasmani  rohani, sehat lahir batin , kaena sehat adalah modal utama untuk melaksanakan segala aktifitas kehidupan manusia . sehingga dapat dikatakan bahwa sehat itu mahal . orang-orang yang lagi sakit beusaha ingin sehat dengan berbagai cara harus ditempuhnya kaenan itu  kalau ingin tetap sehat sepanjang masa , kita dapat meneladani tips-tips  yang penah dialami Nabi kita Muhammad SAW. ketika beliau berada di Madinah ternyata penduduk Madinah tidak ada yang sakit karena : Jawab Nabi , kami adalah kaum yang tidak akan makan sebelum lapar dan jika makan tidaklah terlalu kenyang, makanlah yang halal dan baik, tidak sekedar memuaskan nafsu.
Al a’rof ayat 13 menyebutkan, wa kuluu wasyrobuu wala tusyrifuu , innalloha la yuhibbul mushrifin 
( makan daln minumlah tetapi jangan berlebihan ).
Kunci Rasulullah tetap sehat adalah :
1.    Rasul selalu bangun pagi sebelum shalat subuh ( sholatul lail, tahajud dan lainnya  : wa minal laili fatahajjad bihi nafilatan laka asya an yabasaka robbuka maqoman mahmudan ).
2.      Selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungannya ( an nadhofatu minal iman ).
3.      Bisa mengatur makan dan minum ( menjaga pola hidup, pola makan, pola minum )
4.      Belum pernah menyimpan perasaan dengki, benci, marah atau sifat tercela lainnya.
5.      Tidak pernah cemas, putus asa, dan selalu optimis.
6.      Selalu tawakkal kepada Allah SWT.

 Semoga tulisan ini ada manfaatnya  amiin. Wallohu a'lam bishshowab ,   terimakasih

Sabtu, 02 Juni 2012


BAGAIMANA JIKA HARI RAYA BERTEPATAN DENGAN HARI JUM’AT
Dulu di desa/ kampung-kampung jarang ada masjid, kalaupun ada dalam satu desa cuma ada satu masjid, tidak sebanyak dan seindah seperti keadaan sekarang ini.
Dulu untuk pergi ke masjid dengan  berjalan kaki, karena tidak ada /tidak mempunyai kendaraan, tidak ada alat tansportasi apalagi mobil , kalaupun ada tentu harganya mahal sehingga orang tidak mampu membelinya.Kondisi sekarang sudah lain lagi .untuk membeli  kendaraan / alat tranportasi seperti orang seperti membeli  kacang goreng , begitulah kemudahan yang ada sekarang ini.
Dulu orang-orang yang akan berangkat sholat hari raya  menuju masjid membutuhkan waktu yang berjam-jam untuk sampai ke masjid, ada yang berangkat sebelum shalat subuh, ada yang berangkat setelah sholat subuh, ada yang berangkat qobla zawal (sebelum matahari terbit ). Dan belum lagi kalau sedang musim hujan. Masalahnya sekarang, jika hari raya bertepatan dengan hari jumat apakah masih sholat dhuhur ? terutama bagi mereka yang berangkatnya menuju dilasanakannya sholat Id sejak setelah sholat subuh atau sebelumnya .
Oleh karena itu timbul pemikiran dari para ulama  untuk mencari jalan keluar bagi penduduk desa yang jauh dari tempat di laksakannya sholat Id.
Perlu diketahui bahwa shalat Id hukumnya sunnat, tetapi pahalanya melebihi yang wajib. Buktinya orang-orang yang jarang sholat jum’at/fardlu, mereka pergi sholat Id. Yang wajib sebaliknya, seperti sholat jum’at kurang mendapat perhatian dari mereka, padahal sekarang banyak masjid tetapi kosong apalagi untuk jama’ah sholat fardlu , mereka mementingkan sholat tahunan. Inilah yang akan dibahas dalam tulisan singkat ini .
Dulu Imam Syafi’I ketika masih di Irak juga bersikeras bahwa sholat dzuhur adalah kewajiban tersendiri, yang dalilnya jadi satu paket dengan sholat lima waktu. Sedangkan sholat jum’at juga kewajiban tersendiri dengan dalil tersendiri pula. Namun setelah beliau pindah ke Mesir dan berinteraksi dengan para ulama’ murid-murid Imam Malik, beliau mengetahui bahwa ternyata ada riwayat yang sangat terkenal (mutawatir/ aklamatif) bahwa Rasulullah setelah melaksanakan sholat jum’at  tidak lagi mengerjakan sholat dzuhur, akhirnya Imam Syafi’i mengubah pendapatnya di Irak (Qaul Qodim/lama) dari kewajiban terpisah dan menjadikan satu kesatuan. Inilah pendapat Syafi’i  (Qaul jadid ) yang berlaku hingga sekarang.
Dalam kitab Bughyatul Musytarsyidin halaman 90 disebutkan  yang artinya “
art ; Jika terjadi hari jum’at bertepatan dengan hari raya , maka akan terjadi permasalahan, apakah wajib jum’atan, untuk menjawabnya maka terdapat 4 madzhab yaitu :
1.     Syafi’i dalam madhabnya berpendapat : Jika ahlul quro (penduduk pedesaan) maupun penduduk kampung (terpencil ) berangkat sholat Id sebelum masuk waktu sholat jum’at, maka mereka tidak wajib jum’atan. Adapun bagi ahlul balad (penduduk ditempat dilaksanakannya sholat Id) maka wajib jum’tan.
2.     Madzhab Ahmad:  berpendapat baik ahlul balad maupun ahlul quro tidak wajib jum’atan .
3.     Imam Atho’ : berpendapat : jum’atan maupun dhuhur tidak wajib, tetapi cukup melaksanakan sholat ashar.
4.     Madzhab Abu Hanifah, berpendapat bahwa, melaksanakan sholat jum’at wajib hukumnya secara mutlak.
Oleh karena itu bagi kita yang sekarang sudah banyak fasilitas tranfortasi , tidak ada alasan lain kecuali harus datang melaksanakan kewajiban  sholat jum’at, karena sekarang ini serba memungkinkan kecuali ada halangan-halangan khusus yang dapat dibenarkan menurut hukum.
Demikian semoga tulisan ini ada manfaatnya, teimakasih,
Lumajang, 03 Juni 2012.


YANG TIDAK PERNAH PASTI

Sadar atau tidak, terpaksa atau tidak, umur kita hari ini pasti  berkurang, penglihatan, pendengaran , kekuatan pisik  dan sebagainya pasti berkurang. Dan secara alami sebagaimana mahluk Allah lainnya kita akan merasakan akibat dari segala kekurangan tersebut dan nikmat yang kita terima pun setiap saat bekurang, tidak boleh makan yang ini dan yang itu terutama yang lagi punya penyakit tertentu akan merasakan semua kekurangan diatas.
Menurut para ahli bahwa,  ada 3 hal di dunia ini yang tidak pernah pasti : l. Kekayaan, 2. Kesuksesan, dan 3. Mimpi.

1..Kekayaan
    Manusia di dunia ini senantiasa ingin mendapatkan kekayaan, dan kesuksesan, namun kedua hal itu ternyata tidak pernah pasti. Allah SWT. menyatakan dalam surat Al Humazah ayat 2 dan 3 :yaitu
 الذي جمع ما لا وعد ده  -   يحسب ان ما له  اخلد ه  -   yaitu orang yang menghimpun harta benda dan selalu menghitung-hitungnya. Ia  mengirawa hartanya akan mengekalkannya.
    Apapun kekayaan yang kita miliki, semua tidak pernah pasti, hari ini, sekarang ini kita memilikinya, tetapi nanti atau besuk belum tentu jadi milik kita. Rumah, kendaraan, perhiasan dan lainnya yang kita senangi hanya sebentar sifatnya.
    Maal = menurut bahasa berarti cenderung/ senang , karena hati manusia selalu senderung dan   senang kepadanya.
    Atau Maal = segala sesuatu yang memiliki nilai material. Ulama ahli tafsir Seperti Prof. Qurays Shihab dalam tasfsir Al Mishbah hal 154 menyebutkan bahwa Maal adalah isim nakiroh, yang bersifat umum bisa harta yang banyak , bisa harta yanag sedikit tergantung siapa yang memandang tentang harta itu. Bagi si kikir akan menilai  harta yang sedikitpun  sebagai banyak,  karena akibat kekikirannya itu. Tetapi harta yang banyak itu pada hakikatnya sedikit bila dilihat dari sudut pandang Allah SWT.  Allah berfirman dalam surat Ali Imron ayat 14 :

  زين للنا س حب الشهوات من النساء  والبنين  والقنا طر المقنطرة  من الذ هب                    
  والفضة  والخيل المسو مة  والا نعا م والحرث  ذلك متا ع الحيا ة الد نيا                            
 والله عند ه  حسن الما ْب   -                                                                                                                                                

    Artinya : dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan pada apa-apa yang di ingini ,  yaitu : Wanita-wanita, anak-anak , harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak  dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia  dan disisi Allah lah  tempat kembali yang baik 
    ( surga ). Di ayat yang lain Allah menyebutkan : Dzalika Mata’aun qolil ( itulah kesenangan yang hanya sekejab ). Tapi mengapa orang dalam memperoleh kekayaan dengan cara-cara yang tidak dibenarkan agama ? padahal itu tidak pernah pasti.

2. Kesuksesan
    Setiap orang pasti ingin meraih kesuksesan, tapi ingat bahwa ternyata kesuksesan itu adalah termasuk  hal yang tidak pernah pasti, hari ini sukses tetapi besuk atau lusa kesuksesan yang diperolehnya tak dapat  dipertahankan , dan banyak orang yang tidak bertahan dalam kesuksesan.

3. Mimpi
    Adalah hal yang tidak pernah pasti, karena mimpi sama dengan bohong, karena itulah banyak orang yang tergiur oleh mimpinya, sehingga ia lupa bahwa mimpi itu termasuk hal yang tidak pernah pasti. 



 T E R T I P U

Sadar  atau tidak kita kadang sering tertipu, yaitu tertipu oleh kesuksesan,/keberhasilan yang kita peroleh dan lupa siapa pemberi keberhasilan dan kesuksesan itu tanpa mensyukurinya. Seorang ulama besar Yahya Bin Muad  yang pendapatnya di nukil dalam kitab Nashoihul Ibad, halaman 49 mengungkapkan sebagai berikut :
من اعظم الاعتراف عندي ,  التمادي في الذنوب على رجاء العفو من غير ندامة , وتوقع القرب من الله تعالى بغير طا عة ,  وانتظار زرع الجنة ببذر النا ر , وطلب دار المطيعين بالمعاصى , وانتظار الجزاء بغير عمل , والتمنى علي الله عز وجل مع الافراط ,                                                                                                
Artinya : Tertipu yang paling besar menurutku adalah :
1.  Terus menerus berbuat dosa dengan mengharapkan ampunan, padahal tidak bertaubat dan menyesal.
2.      Mendambakan kedekatan diri pada Allah, padahal tidak berbuat taat.
3.      Menunggu tanaman surga, padahal menyemaikan benih neraka.
4.      Mencari tempat berkumpul orang-orang taat, dengan cara berbuat maksiyat.
5.      Menantikan pahala ,padahal tanpa beramal.
6.      Mengharapka rahmat Allah Ta'ala ,padahal bebuat diluar batas.
Dalam AlQur’an ,Allah menyebutnya bahwa sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan kelengahan, انما الحيا ة الد نيا  لعب و لهو   QS. Muhammad ayat36. Dan di ayat yang lain Allah firmankan ,  وما الحياة الدنيا الا متا ع الغرور  bahwa kehidupan dunia adalah sebuah  tipuan, bujukan belaka.
Mencari surga dengan cara berbuat maksiat adalah tidak mungkin mendapatinya, sebab imbalan  yang  diperoleh  seseorang  sesuai  dengan  amal  perbuatannya,   Firman Allah :
انما تجزون ما كنتم تعملون  sesungguhnya kalian akan diberi pembalasan sesuai dengan apa yang kalian perbuat. Bahkan sebuah puisi menyatakan :
يرجو النجا ة ولا يسلك مسالكها ,  ان السفينة لاتجر ي علي اليبس  artinya : ia berharap keberhasilan, tapi tidak menelusuri jalan-jalannya, karena sesungguhnya perahu itu tidak berjalan di tempat kering.
Manusia masih bisa bertahan dalam kemiskinan, kemelaratan, kesusahan, kesederhanaan,,tetapi manusia BANYAK YANG TIDAK BERTAHAN DALAM KESUKSESAN, KEBERHASILAN, sehingga ia gagal ditengah kesuksesannya dan disaat itulah ia tertipu dengan keberhasilan dan kesuksesannya.Kalau dulu hidup sederhana , tetapi begitu menjadi orang sukses ia tidak dapat mempertahankan kesuksesannya, dulu sebagai orang biasa, tetapi sekarang reputasinya luar biasa , tetapi mereka banyak yang tidak bertahan dalam kesuksesan dan keberhasilannya. Demikian semoga ada manfaatnya, amiin.

Jumat, 01 Juni 2012


W A J A H

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, halaman 1266 : wajah adalah  1. bagian depan dari kepala roman muka, muka . 2. Tokoh, pemain .3. gambaran, corak.
Dalam AlQur’an kata wajah dapat ditemui dalam surat al Ghosyiyah ayat 2 dan 8. Ayat tersebut menyebutkan kata wujuh , jama; dari kata wajh, yakni muka. Yaitu bagian badan yang cukup jelas ini sering kali diartikan totalitas diri manusia, karena dengan melihat wajah, anda dapat mengenal seseorang walau seluruh badannya tertutup. Sebaliknya kemungkinan besar anda tidak mengenal seseorang  yang tertutup wajahnya walau seluruh badannya terbuka. Disisi lain wajah adalah bagian badan manusia yang dinilai paling terhormat. Disamping itu wajah (air muka ) mencerminkan keadaan batin seseorang, seperti rasa gembira, sedih, angkuh, hina dan sebagainya.
Wajah yang kita miliki sekarang ini kalaupun kelihatan gembira, sedih, angkuh, hina dan lain sebagainya  semua itu adalah semu belaka , kan bisa dibuat-buat gembira, dibuat-buat sedih, senang dan lainnya, tetapi di akhirat nanti tak ada yang semu , tetapi semuanya menjadi kenyataan yang menunjukkan perilaku ketika hidup didunianya. Perhatikan ayat Alqur;an berikut ini :
هل اتاك حديث الغاشية – وجوه يومئذ خاشعة – عاملة ناصة – تصلي نارا حامية – تسقي من عين انية – ليس لهم طعام الا من ضريع – لا يسمن ولا يغني من جوع –
Artinya : Sudah datangkah kepadamu wahai Nabi Muhammad berita tentang Al Ghosyiyah ?  yaitu hari kiamat yang kedasyatannya menjadikan manusia kehilangan ingatan dan kesadaran ? banyak muka-muka yakni manusia durhaka pada hari itu tunduk terhina karena malu terbuka kedoknya dan takut menghadapi siksa. Mereka bekerja keras untuk menghindar tetapi tanpa hasil, atau bekerja keras lagi kepayahan karena terbelenggu kaki dan tangannya oleh rantai-rantai anjang dan berat. Kerja keras ini adalah akibat sewaktu mereka hidup di dunia mereka hidup berleha-leha tidak mengalami kepayahan dalam beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mereka memasuki secara hina dina dan dengan terpaksa api neraka yang sangat panas. Kalau kehausan mereka diberi minum oleh penjaga-penjaga neraka dengan air mendidih dari sumber yang sangat panas. Didalam neraka itu mereka sangat kelaparan mereka mohon makanan tetapi mereka tidak memperoleh makanan selain dari dlori' yakni pohon yanag berduri yang binatangpun enggan memakannya. Makanan itu tidak berguna sedikitpun karena ia adalah makanan yang tidak menggemukkan karena ia tidak bergizi sehingga tidak menghasilkan energy dan tidak pula menghilangkan lapar, namun demikian mereka terpaksa memakannya untuk menutupi rasa lapar mereka, atau karena api yang membakar perut menjadikan mereka terpaksa memakan sesuatu yang mereka harapkan dapat mengurangi jilatan api.
Kata  hal  biasanya digunakan untuk kata bertanya, apakah , tetapi banyak ulama mengartikannya dengan sudahkah, Diriwayatkan oleh Ibnu abi Hatim melalui Umat Ibnu Maimun , bahwa suatu ketika Rasulullah berjalan tiba-tiba beliau mendengar seorang wanita membaca surat ini ( hal ataa  ka hadisul ghasyiyah )  maka Rasul berhenti untuk mendengarkannya sambil berkara : benar, telah datang kepadaku beritanya “.
Kata al ghasyiyah “ dari kata yaghsya , awalnya berarti menutup, alghasyiyah adalah sesuatu yang menutup secara mantap. Yang dimaksud adalah bahwa peristiwa hari kiamat mengakibatkan tertutupnya akal dan kesadaran manusia akibat rasa takut yang sedemikian mencekam. Digambarkan dalam surat al Hajj. Ayat 1 dan 2.
يا ايها الناس اتقوا ربكم –ان زلزلة الساعة شئ عظيم – يوم ترونها تذهل كل مرضعة عما ارضعت  وتضع كل ذات حمل حملها  وتري الناس سكري  وما هم سكري  ولكن عذا الله شديد
Hai manusia bertaqwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya goncangan hari kiamat adalah sesuatu yang sangat agung. Pada hari kamu melihatnya lengah semua wanita yang sedang menyusui dari anak yang disusuinya dan semua yang memiliki kandungan menggugurkan kandungannya, dan engkau melihat manusia mabuk , padahal sebenarnya mereka tidak mabuk , akan tetapi adzab Allah sangat keras.
Aniyah, yaitu telah mencapai puncaknya dalam kepanasan., ditempat lain Allah melukiskan  keadaan minuman air yang disuguhkan kepada orang-orang kafir sebagai “ mereka diberi air yang mendidih  sehingga mencabik-cabik usus mereka QS. Muhammad ayat 15.
Haamiyah, berarti panas, yaitu panasnya mencapai puncak.
Kata dhari’, adalag sejenis tumbuhan berduri yang telah kering dan ketika itu ia menjadi racun. Unta pun yang merupakan salah satu binatang darat yang paling mampu memakan duri, enggan memakannya.  berikut Ayat  8 s/d 16 selanjutnya menyatakan :
وجوه يومئذ ناعمه – لسعيها راضية – في جنة عالية – لا تسمع فيها لغية –فيها عين جارية – فيها سرر مرفوعة – واكواب موضوعة – ونمارق مصفوفة – وزرابي مبثوثة -
Banyak muka-muka pada hari itu berseri-seri, terhadap usahanya ia riddo,  Didalam surga yang tinggi,. Engkau tidak mendengar didalamnya yang tidak berguna. Didalamnya ada mata air yang mengalir. Didalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan dan gelas-gelas yang terhidang dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar.
Kata surur jamak dari sariir, yaitu tempat duduk sekaligus tempat bersandar yang cukup luas, sehingga dapat digunakan untuk berbaring, atau ranjang/tempat tidur.
Marfu’ah, ditinggikan, yaitu tahta-tahta itu ditinggikan sedemikian rupa oleh Allah sehingga menjadi tempat yang sangat nyaman. Al Biqo’i menuturkan bahwa ; tahta-tahta itu serupa dengan langit tanpa cagak cagak yang menopangnya. Menurut riwayat ibnu Abbas, bahwa tahta- tahta itu antara lain :  ia dapat turun naik sehingga bila akan ditempati ia turun secara otomatis lalu naik meninggi ke tempatnya.
Laghiyah, dari kata lagha, berarti batal, yakni sesuatu yang seharusnya tidak ada/ ditiadakan. Jadi kalau al laghw saja tidak ada, maka tentu lebih-lebih keributan, pertengkaran dan dosa.
Maudlu’ah , diletakkan di dekat sumber minuman yang ia inginkan bagi peminumnya.
Zaroobiy,  adalah bentuk jama' dari zirbiyah, kata dari sebuah nama kota Azerbaijan salah satu wilayah di dekat Bukhara yang dahulu bagian dari Persia (Iran )  lalu masuk ke Uni Suvyet yang sekarang berdiri sendiri menjadi Negara republic. Azerbaijan adalah terkenal sampai sekarang dengan kerajinan permadani yang sangat indah dan berkwalitas tinggi.