Kamis, 26 Juli 2012




SOMBONG

Sombong adalah menghargai diri sendiri secara berlebihan, congkak, tabiatnya agak aneh (Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. 1083 ) ternyata dalam Alqur'an dapat ditemukan dalam surah Al A'rof ayat 166, yang artinya : Tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka larang mengerjakannya, Kami katakan kepada mereka, jadilah kamu kera hina terkutuk.
Alloh SWT. ketika menghadapi kaum yang tidak mau beriman kepadaNya dan mereka telah diupayakan dengan terlebih dahulu dengan peringatan-peringatan tetapi tetap tidak mau beriman,  maka Alloh menegaskan dengan firmanNya : KUN FAYAKUN jadilah, maka terjadilah seperti kutukan Allah kepada mereka kaum Bani Isro'il yang membangkang dan sombong maka jadilah mereka kera yang terkutuk.
kalau dalam kondisi seperti sekarang ini maka mungkin kita menghadapi orang-orang yang keras hatinya tidak mau melaksanakan ajaran-ajaran Islam , lalu kita mengutuk mereka jadilah kamu kera, perkataan seperti ini mungkin tidak akan terjadi tetapi bisa terjadi  melalui sifat-sifat kera yang akan terjadi , juga rupa wajahnya seperti kera, atau hatinya seperti hati kera, atau pikirannya seperti kera, bahkan para pemuka agama Yahudi ( bani Isro'il ) sebagaimana dalam surah Al Maidah ayat 60, mereka yang membangkang atau sombong dijadikan kera dan babi. maka seketika itu mereka benar menjadi kera dan babi.
ada tiga kelompok yang pada saat itu yaitu ;
1. kelompok penduduk yang diberi nasehat agar pada hai itu tidak mencari ikan 
2. kelompok yang pernah memberi nasehat dan telah berputus asa tidak melanjutkan  nasehatnya.
3.kelompok yang masih melanjutkan nasehatnya untuk dua tujuan yaitu , a. kewajiban nasehat-menasehati dan  b. siapa tahu nasehatnya  menyentuh hati sehingga mereka sadar  dan ternyata kelompok yang ketiga itulah kelompok yang terpuji karena ada kewajiban untuk mengingatkan mereka agar tidak tersesat jalan menuju neraka. fadzakkir fa innadzdzikro tanfa'ul mukminin. ( salinglah ingat mengingatkan siapa tahu bermanfaat bagi orang-orang mukmin). Demikian tulisan hai ini, selamat membaca. Terimakasih 


ARDZALIL  UMUR


والله  خلقكم ثم  يتوفكم  و منكم من يرد الى ارذ ل العمر  لكى لا يعلم بعد علم شيئا      
ان الله عليم قد ير     
Alloh SWT. menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu, dan diantara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah ( pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui Lagi Maha Kuasa  ( QS. An Nahl  ayat 70  ).
Manusia diciptakan  Alloh dalam keadaan sempurna  (  ahsani taqwim ) dibandingkan dengan mahluq lainnya, lihatlah dan perhatikanlah fungsi masing-masing organ tubuh manusia  ( tangan, kaki, mata, telinga dan lainnya ) , kesemuanya bertugas saling melengkapi dan terasa berkurang fungsinya jika organ satu dengan lainnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya, seperti salah satu ada yang sakit, cidera dan lainnya.
Ada diantara manusia yang akan dikembalikan kepada “ ardzalil umur “  ( pikun )  supaya dia tidak lagi mengetahui sesuatupun yang pernah diketahuinya , seperti sering lupa,tidak ingat lagi terhadap apa yang baru saja di katakannya , lemah pikirannya , kembali  kekanak-kanakan  dan sebagainya.  Kalau demikian  berarti ada manusia yang tidak  termasuk kedalam   “ ardzalil umur “ ,  dan diantara agar tidak menjadi “ ardzalil umur “ yaitu dengan banyak dzikir, betasbih , dan membaca AlQur’an . Orang-orang yang membaca AlQur’an dihindarkan dari ardzalil umur.  AlQur’an surat Al Maidah ayat 82 menyebutkan : Dan Kami turunkan dari AlQur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan AlQu’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzolim  selain kerugian.  Diriwayatkan dalam shohih Muslim : bahwa barang siapa membaca : La ilaha illalloh wahdahu la syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syai'in qodir 100 X maka sama dengan
-         --Memerdekakan  10 orang budak
-        -- 100 kebajikan
-         --100 kesalahan dihapus
-        --Aman dari godaan setan baik siang maupun malam.
Menurut sabda Rasululloh yang diriwayatkan Abu Hurairah :  barang siapa yang membaca 100 X ucapan Subhanalloh wal hamdu lillah di siang hari maka dosa-dosanya dihapus walau sebanyak buih di lautan dan yang tersisa hanya kebaikannya. Sebagian ulama, bahwa  yang teragung adalah ucapan : la ilaaha illalloh  wahdahu la syaika lah, tiada Tuhan selain Allah tiada sekutu bagiNya. Termasuk dalam shohih Bukhori , riwayat Abu Hurairah dinyatakan : Kalimatani khofifatani fil lisan stakilatani fil mizan habibatani ilar rahman, subhanalloh wa bi hamdihi subhanallohil adhimi .
Mus’ab bin Sa’ad menuturkan bahwa ayahnya pernah bercerita : ketika kami bersama Rasululloh beliau berkata : mampukah kalian mencari kebaikan  setiap harinya ?  salah seorang   diantara kami  bertanya ?  bagaimana  kami  mencari kebaikan ?.... Nabi menjawab : bertasbihlah 100 X maka baginya dicatat 1000 kebaikan atau dihapuskan 1000 keburukan ( HR. Ahmad bin Hambal dan Darimi ).
Terakhir ayat tersebut ditutup dengan kalimat . Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui Lagi Maha Kuasa  , ini menunjukkan bahwa betapa kuasanya Alloh mengetahui siapa saja orang-orang yang lemah dan kuat imannya dengan caraNya sendiri dan agar menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja  dan apalah artinya diberikan hidup panjang umur tetapi pikun dan lebih baik jika hidupnya  panjang umur lagi berkualitas sehingga hidupnya bermakna bagi orang lain.
Demikian catatan saya hari ini semoga kita tidak termasuk min ardzalil umur.

Rabu, 25 Juli 2012


4  hal  paling berat untuk dilaksanakan

Sahabat  Ali  mengatakan :

ان اصعب الاْعمال اربع خصال العفوعند الغضب والجود فى العسرة والعفة
 فى الخلوة وقول الحق لمن يخا فه او ير جوه نصائح العباد –

( Inna as’abal a’mali arba’u khisholin, al afwu indal ghodhobi, wal judu fil usroti, wal iffatu fil kholwati, wa qoulul haqqi liman yakhofuhu au yarjuhu. Dari kitab Nashoihul Ibad ).
Amal perbuatan yang sungguh paling berat ada empat, yaitu  :  memberi maaf disaat marah,  suka berderma disaat kesulitan, berbuat iffah 
( menjaga diri ) disaat kesepian , dan berkata benar terhadap orang yang ditakuti atau diharapkan jasanya.   
   
Marah adalah sifat manusia   akan tetapi setiap orang dituntut untuk menahan emosinya agar pahala puasanya tidak habis sia-sia, apalagi dengan orang yang tidak disenanginya, karenanya cobalah minta maaf atau memaafkan orang itu, namun memang tidak sedikit orang yang bertahan dan tidak mau memaafkannya karena perbuatan meminta maaf atau memaafkan sungguh berat maka latihlah sejak sekarang untuk mau memaafkan orang .

Berderma tidak harus menunggu saat mampu atau kaya tetapi di saat sulitpun harus mampu berderma, tetapi kebanyakan orang, sulit untuk melaksanakan dermanya pada saat susah/melarat. yang kaya saja enggan apalagi yang hidupnya susah.

seseorang yang lagi sendirian apalagi saat-saat sepi lalu ada wanita cantik atau pria tampan  datang menghampirinya, dan mengajaknya untuk bermesraan tetapi orang yang diajaknya menolak sehingga terhindar dari dosa. karenanya berat untuk bertahan dalam iffah apalagi  tetap menjaga diri dari dosa adalah sangat berat. 

Berkata sejujurnya, sebenar-benarnya sangat berat bagi bawahan terhadap atasan, buruh terhadap majikannya, atau berkata kepada orang yang diharapkan menjadi sumbe pendapatan ataupun tehadap oang yang di takutinya.

Demikian catatan saya hari ini mudah-mudahan ada manfaatnya amiin. terimakasih. 

DHOHIRNYA FADHILAH  , BATHINNYA FARIDHOH

Dalam  beribadah sehari-hari terkadang  dilaksanakan  secara berlebihan , padahal semua ibadah baik yang fardhu maupun yang sunnah semua ada tuntunannya,  Sahabat Usman bin Affan  ra. Sudah memberikan  patokan  dengan  mengatakan   :  
           
اربعة  ظا هرهن فضيلة  و با طنهن فريضة  - مخالطة الصالحين فضيلة والاءقتداء بهم فريضة - وتلاوة القراْن فضيلة   والعمل به فريضة  -  وزيارة القبور فضيلة  والاءستعداد لها فريضة وعيادة المريض فضيلة   واءتخذ الوصية فريضة     
  
( Arba’atun dhohiruhunna fadhilah, wa bathinuhunna faridhoh, mukholithotus sholihin fadhilah wal iqtida’u bihim faridhoh, wa tilawatul qur’an fadhilah wal amalu bihi faridhoh  wa ziyarotul qubur fadhilah wal isti’dadu laha faridhoh, wa iyadatul maridli fadhilah wattikhodul wasiyati faridhoh ).
Artinya  : Empat  hal lahirnya  keutamaan dan bathinnya kewajiban yaitu : bergaul akrab dengan orang-orang sholih itu keutamaan, sedangkan mengikuti jejak mereka adalah kewajiban. Membaca AlQur’an itu keutamaan,  sedangkan mengamalkan isinya adalah kewajiban. Ziarah kubur itu keutamaan, sedangkan mempersiapkan diri menuju kematian adalah kewajiban.dan menjenguk oang sakit adalah keutamaan, sedangkan  berwasiat dikala sakit  adalah kewajiban.
Bahwa berkumpul dengan orang-orang sholih sangat dianjurkan tetapi ada kewajiban untuk mengikuti petunjuk-petunjuknya karena apa yang disampaikan semata-mata amar makruf nahi munkar maka ikutilah petunjuknya.

Bahwa banyak orang hanya sekedar membaca Alqur’an , tetapi banyak juga yang tidak tidak tahu isinya, apalagi mengamalkannya yang merupakan kewajiban bagi umat Islam.

Bahwa juga banyak orang berziarah kubur, tapi tidak sedikit yang belum membekali  diri dengan amal kebajikan dalam menghadapi kematian yang sewaktu-waktu mendadak datangnya. Kaenanya bekal untuk menghadapi kematian adalah wajib.

Sedangkan tentang wasiat menjelang kematian Nabi SAW. besabda  : orang yang dihalangi dari pahala dan kebajikan adalah orang yang enggan mengeluarkan wasiat    ( Hadis dari Anas menurut riwayat Ibnu Majah ). Tetapi  barang siapa mati dengan meninggalkan wasiat, maka ia mati pada jalan Alloh, sunnah, taqwa dan syahadah, juga mati dengan memperoleh  ampunan Alloh.

Semoga tulisan ini ada manfaatnya amiin.

HIKMAH BERPUASA

Setiap yang telah diwajibkan Alloh, pasti ada hikmahnya,  termasuk kewajiban berpuasa bulan Ramadlon,  hikmahnya antara lain adalah :
1.  Mendidik kita untuk berbuat jujur. Jujur sangat diperlukan oleh siapapun orangnya, dimanapun kita berada, dengan siapapun orangnya. Dan hasil dari kejujuran adalah kemenangan, keberhasilan,keuntungan, menambah teman, dan yang utama lagi akan mendekatkan kepada kebenaran yang pada akhirnya Allah membalasnnya dengan surga. Tetapi sebaliknya siapa yang tidak jujur, akan menambah masalah, akan berhadapan dengan teman maupun lawan, menyulitkan kehidupannya, dan akan menuntunnya ke neraka. Semua itu telah diajarkan oleh ibadah puasa. Ada orang atau tidak, dilihat orang atau tidak , tetap berpuasa, karena hanya Allah yang tahu bahwa kita berpuasa, tidak membutuhkan ada pengawasan atau tidak , karena pengawasnya langsung dari Alloh SWT.
2.   Mendidik kita untuk berbuat disiplin dalam segala tindakan . Puasa kalau belum sampai waktunya untuk berbuka, walau kurang satu menitpun tak akan berbuka walau hidangan berbuka telah tersedia. Tetapi karena hanya Allah yang Maha Mengetahui, maka timbul rasa takut bahwa Allah melarang sebelum sampai pada waktunya berbuka puasa. Disiplin sangat diperlukan didalam semua aspek kehidupan, dan jika kita tidak disiplin maka yang terjadi adalah kehancuran, kemerosotan, dan ketidak stabilan akan terjadi dimana-mana.orang yang disiplin akan menyelamatkan dirinya dari semua aspek kehidupan, disiplin di pejalanan, dirumah dan dimana saja ia berada, lebih-lebih disiplin dalam melaksanakan perintah-perintah Alloh dan RasulNya, semua itu ada dalam amalan ibadah puasa.
3.   Mendidik kita untuk bersabar. Segala sesuatu harus dipertimbangkan secara cermat, tepat, sesuai dengan porsi yang sebenarnya. Banyak godaan didalam melaksanakan ibadah puasa, dari hal yang kecil sampai yang besar. masih didalam bulan puasa ini  KPK menggeledah dan menangkap koruptor yang tekait dengan korupsi pajak, bayangkan saja di bulan ramadlon seperti ini apalagi di bulan –bulan lainnya, karenanya sabar sangat diperlukan bagi siapa saja, yang tua, yang muda, yang sehat maupun yang sakit semuanya membutuhkan kesabaran dalam menghadapi masalah masing-masing dan tanpa kesabaran maka makna puasa akan hilang dan hanya memperoleh lapar dan dahaga semata.
4. Mendidik kita untuk berjiwa social, dapat ikut merasakan penderitaan sebagaimana yang telah dirasakan oleh orang-orang faqir miskin. Yaitu dengan memberikan kewajiban zakat fitrah kepada mereka agar ikut bergembira dengan datangnya hari raya. Khud min amwalihin shodaqotan tuthohhirhum watuzakkihim biha.
5.     Mendidik kita untuk rendah hati, tidak sombong. Sifat sombong adalah bukan sifatnya orang yang beriman. Alloh selalu menghargai orang-orang yang beriman,dengan memanggilnya dengan ungkapan : Wahai orang-orang yang beriman , telah diwajibkan kepadamu untuk berpuasa., wahai orang-orang yang beriman, jika panggilan adzan telah dikumandangkan, maka bersegeralah kamu menuju ke masjid untuk shalat jum’at dan tinggalkanlah segala aktifitasmu, karena yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Lalu apa yang kita sombongkan dalam hidup ini  toh akhirnya segala nikmat yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah SWT. Tsumma latus alunna yaumaidzin anin na’im.
6.   Mendidik kita untuk mengendalikan emosi. Setiap manusia bisa saja emosi masalahnya, akan tetapi dengan berpuasa semuanya akan terkendali . orang yang sedang bepuasa begitu emosi maka puasanya tidak bernilai apa-apa, Rasululloh SAW.  bersabda bahwa orang yang paling kuat bukanlah orang yang badannya kekar tetapi orang yang paling kuat adalah orang yang mampu menahan emosinya disaat sedang marah. Karenanya bagi orang yang tahu tentang hikmah puasa romadlon pasti  ia menginginkan setahun ini mengharapkan dijadikan sebagai bulan romadlon.
Demikian sedikit dari himmah puasa tentu masih banyak lagi hikmah yang belum terurai disini, semoga puasa kita direrima Alloh SWT. amin. 

Rabu, 18 Juli 2012


PENDENGARAN, PENGLIHATAN DAN HATI

Dan sungguh telah Kami muliakan anak Adam (manusia)  dan Kami angkat mereka di daratan dan di lautan serta Kami anugrahkan kepada mereka berupa rizki  yang baik-baik dan Kami benar-benar memuliakan mereka diatas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. Atas dasar itulah setiap manusia bertanggung jawab terhadap segala nikmat yang dianugrahkan Allah SWT. kepadanya serta kelebihannya dibandingkan makhlukNya yang lain , yaitu nikmat pendengaran, penglihatan  dan  hati. Allah berfirman dalam QS. Al Isro’ ayat 36 :
ان السمع والبصر والفؤاد كل اؤلئك كان عنه مسؤلا   artinya : Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.
Jelas sudah bahwa kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya terletak pada pendengaran, penglihatan dan hatinya. Bukankah kita semakin hari semakin berkurang pendengaran kita ? bukankah penglihatan kita semakin hari juga semakin berkurang ? bukankah Allah telah mengurangi sedikit demi sedikit nikmat yang telah diberikanNya namun kita tidak pernah sadar hal itu ? Bukankah  kulit  kita , wajah kita semakin keriput ? apakah tenaga kita masih tetap seperti waktu muda ? banyak sebetulnya pertanyaan yang pura-pura kita tidak tahu. Padahal Allah telah memberi contoh untuk memperhatikan diri sendiri agar sadar dengan keberadaan kita ini. Allah mengungkapkan dengan kata -kata : افلا تعقلون  -
 افلا تسمعون – افلا تذكرون - -افلا تبصرون –   masih banyak lagi peringatan Allah yang seharusnya kita jadikan pelajaran berharga. BAYI saja yang baru lahir dapat mengetahui lewat nalurinya bahwa air susu ibunya dapat mengenyangkannya. Lalu iapun mengisap air susu melalui payudara ibunya agar tetap hidup dan tidak mati kelaparan, ia keluar dari kandungan ibu yang sangat gelap menuju dunia yang terang benderang dalam keadaan tidak mengetahui sedikitpun perihal kehidupan atau kematian, termasuk fungsi payudara atau air susu ibu yang menjadi sumber kehidupannya.
Manusia dengan segala kelebihannya, masak kalah dengan burung-burung yang mampu membangun sarangnya dengan kemahiran yang memukau, Ia melapisi bagian dalam sarangnya dengan bulu-bulu yang lembut sehingga anak-anak burung yang baru menetas tidak sampai tercederai oleh bagian sarang yang kasar. Bahkan beberapa jenis burung yang hidup di hutan Amazon, tempat jenis ular banyak yang memangsa telur dan anak-anak burung, membangun sarangnya dalam bentuk corong yang menjulur ke bawah . Sarang berbentuk corong ini diikat dengan ranting pohon yang panjang dan kuat sehingga ular tidak dapat menjangkaunya. Membangun sarang seperti ini tentu saja perlu memperhatikan keseimbangan yang cermat, sehingga tidak sampai menjungkirbaliknan yang ada didalamanya. Siapakah yang mengajarkan semua itu ? Siapakah yang mengajarkan setiap induk, baik induk binatang maupun burung, memelihara anak-anaknya dan mengorbankan kehidupannya setiap saat demi keberlangsungan hidup anak-anaknya ? itulah yang dinamakan Insting keibuan (Ghorizah al – umumah ).
Manusia yang dilengkapi dengan hati, penglihatan, pendengaran ,semua nikmat yang Allah berikan agar manusia terus mensyukurinya, Allah mengancam kepada manusia yang salah menggunakannya.
 ولقد درء نا لجهنم كثيرا من الجن والا نس لهم قلوب لايفقهون بها ولهم اعين لايبصرون بها  ولهم اذان لايسمعون بها  اؤلئك كا لانعام بل هم اضل اؤلئك هم الغا فلون                             
 Artinya :  Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia . Mereka mempunyai hati tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata tetapi tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah ), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah ).Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. QS.Al A’rof ayat 179.
Kalau selama ini Allah masih menutupi kejelekan-kejelekan dan dosa-dosa yang kita lakukan, karena Allah masih menyanyangi dan mencintai kita. Tetapi bayangkan seandainya keburukan dan dosa-dosa kita, aib kita dibuka oleh Allah, betapa malu manusia itu. Sangat mudah bagi Allah untuk membuka aib dan dosa-dosa kita dan banyak caranya. Maka bersyukurlah, Allah yang Maha Penyayang, masih menyayangi kita sekalipun kita berbuat salah dan dosa.
Suatu ketika para sahabat sedang mengadakan perjalanan wisata rohani, seperti sekarang ini banyak ummat Islam yang ziarah wali songo. Sampailah mereka di tengah padang pasir yang luas dan tandus. Dari jauh terdengar sayup-sayup suara bacaan tasbih, takbir dan tahlil, semakin dekat semakin keras bacaannya. Sehingga membuat penasaran setiap orang yang mendengarnya. Lalu didekati ternyata ada sebongkah benda dan benda tersebut dikiranya binatang atau lainnya, karena benda itu senantiasa dalam posisi bersujud, bertasbih, subhanallah, subhanallah, subhanalloh. Lalu para Sahabat mencoba menyapa , Assalamu’alaikum, Subhanalloh, Maha Suci Allah “ Ia menjawab Wa alaikum salam. Ternyata seorang manusia yang tidak punya kaki, tidak punya tangan dan tak punya apa-apa lagi. Subhanalloh ,Sahabat bertanya lagi “ kenapa kalian berada disini ? Ia menjawab: Aku berdzikir dan bertaubat kepada Allah,  bayangkan saja orang yang tidak punya apa-apa lagi masih selalu berdzikir, bertasbih dan bertaubat kepada Allah, kenapa kita yang sempurna malah senantiasa menambah dan menambah dosa , bahkan berani menghalalkan segala cara dalam mmperoleh sesuatu ?.
Allah telah memilih kita, menyayangi dan mencintai kita orang-orang yang beriman dengan panggilan yang mulya yaitu “ YA ayyuhalladzina Amanuu, wahai orang –orang yang beriman, suatu panggilan yang sempurna yang ditujukan kepada kita. Allah memanggil kita melalui muadzin dengan panggilan : HAYYA ALASH SHOLAH HAYYA ALAL FALAH,  bukankah panggilan ni dimulai dengan kata Allahu Akbar- Allahu Akbar, setelah itu Allah tahu bahwa ummatnya telah pernah bersaksi kepada Allah dan RasulNya. Dengan ucapan dua kalimah sahadat. Lalu Allah memerintahkan untuk mendirikan sholat. Dan diakhiri ucapan dalam penggilan adzan itu dengan kata Allahu Akbar, menunjukkan bahwa yang memanggil itu pada hakikatnya adalah Allah SWT, kenapa manusia masih ragu dan tidak mau mendirikan sholat ? 
Beberapa hari lagi  kita akan  menunaikan  puasa Ramadhan 1433 Hijriyah / 2012  masehi , bulan penuh pengampunan bagi orang yang melaksanakan puasa karenanya  pendengaran, penglihatan dan hati kita juga berpuasa dari hal-hal yang dapat mengurangi bahkan dapat menghapus pahala puasa, bukan sekedar mendapatkan lapar dan haus belaka. Selamat menunaikan ibadah puasa  ramadhan 1433 Hijriyah  ini semoga amal ibadah kita mendapatkan ridloNya amiin. Demikian catatan hari ini dan terimakasih

Senin, 16 Juli 2012


                                   AJAKAN BERPUASA

Hai orang –orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebgaimana diwajibkan atas orang-oang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Ayat 183 Surat Al baqoroh.
Ayat puasa dimulai dengan ajakan kepada setiap orang yang memiliki iman walau seberat apapun. Ia dimulai dengan suatu pengantar yang mengundang setiap mukmin untuk sadar akan perlunya melaksanakan ajakan itu. Ia dimulai dengan panggilan mesra, wahai orang-orang yang beriman.
Kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan kewajiban puasa tanpa menunjuk siapa yang mewajibkannya, diwajibkan atas kamu. Redaksi ini tidak menunjuk siapa pelaku  yang mewajibkan. Kenapa ?  agaknya  untuk mengisyaratkan bahwa apa yang akan diwajibkan ini sedemikian penting dan bermanfaat bagi setiap orang bahkan kelompok, sehingga seandainya bukan Allah yang mewajibkannya, niscaya manusia sendiri yang akan mewajibkannya atas dirinya sendiri. Ternyata yang diwajibkan adalah Ash shiyam yakni menahan diri.
Menahan diri dibutuhkan oleh setiap orang, kaya atau miskin, muda atau tua, lelaki atau perempuan, sehat atau sakit, orang modern yang hidup masa kini, maupun manusia primitive yang hidup masa lalu, bahkan perorangan atau kelompok. Selanjutnya ayat ini menjelaskan bahwa kewajiban yang dibebankan itu adalah, sebagaimana telah diwajibkan pula atas umat-umat terdahulu sebelum kamu.
Ini berarti puasa bukan hanya khusus untuk generasi mereka yang diajak berdialog pada masa turunnya ayat ini, tetapi juga terhadap umat-umat terdahulu, walaupun rincian cara pelaksanaannya  berbeda-beda. Sekali lagi dalam redaksi diatas tidak ditemukan siapa yang mewajibkannya. Ini karena sebagian umat terdahulu berpuasa berdasar kewajiban yang ditetapkan oleh tokoh-tokoh agama mereka, bukan melalui wahyu Ilahi atau petunjuk Nabi.
Para pakar perbandingan agama mnyebutkan bahwa orang-orang mesir kuno sebelum mereka mengenal agama samawi telah mengenal puasa, demikian juga orang-orang Yunani dan Romawi, puasa juga dikenal dalam agama- agama penyembah bintang, agama budha, Kristen, Yahudi. Penyembah bintang puasa 30 hari setahun, ada yang 16,  dan 27 hari  untuk menghormati kepada bulan, bintang mars. Agama Budha sejak terbit matahari sampai terbenamnya matahari, orang Yahudi mengenal puasa selama 40 hari, untuk mengenang para Nabi atau pemuka-pemuka agama.
Hidup ini penuh dengan masalah, ada yang kecil, ada yang besar, berat ringan, mudah sulit, dan setiap masalah perlu solusi agar masalah tersebut teratasi. Kadang masalah yang satu baru selesai, timbul masalah lain yang lebih berat lagi. Sehingga ada orang yang selalu dikejar-kejar masalah karenanya diperlukan menahan diri untuk tidak lari dari masalah. Allah mengajarkan kepada kita untuk bertahan dalam kesabaran , bertahan dalam kebenaran/istikomah agar nantinya mendapatkan kemenangan yang dijanjikan Nya berupa surga :
ان الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزلوا عليهم الملاءكة الا تخافوا ولا تخزنوا وابشروا بالجنة التي كنتم توعدون                                                           
Oleh karena itu Alqur’an mengajarkan ash syiyam  (menahan diri) , karena menahan diri itu dibutuhan oleh setiap orang,yaitu :
-     Yang kaya supaya menahan diri agar kekayaannya  tidak untuk maksiyat, judi, yang justru akan menambah masalah, tetapi menahan diri dalam kesederhanaan,  tidak sombong.
-       Yang miskin , menahan diri , dengan kemiskinannya agar tak putus asa dan selalu berusaha, menahan diri dalam kesabaran, karena dalam kesulitan suatu saat akan mendapatkan kemudahan, inna ma’al usri yusron, fainna ma’al usri yusron.
-        Yang muda, menahan diri , saling hormat menghormati kepada yang tua.
-     Yang tua memberi contoh teladan kepada yang muda, agar tercipta hubungan harmonis.
-    Yang sehat, menahan diri agar tetap bersyukur ,  memanfaatkan umurnya dengan yang bermanfaat, dan bekerja keras demi tercapainya cita-cita.
-  Yang sakit, menahan diri, agar mensikapinya dengan bertahan dalam kesabaran, karena bersabar ketika sakit akan mendapatkan ampunan dosa-dosanya dari Alah SWT.
-   Yang punya jabatan, kedudukan, menahan diri jangan kena godaan yang menggiurkan, suap dan lainnya, dan apa artinya jabatan kalau akhirnya jadi bulan-bulanan dalam berita, mass media , meringkuk di hotel prodeo, yang semestinya menjadi contoh yang baik bagi diri dan keluarga maupun masyarakatnya.
-    Juga menahan diri itu dibutuhkan oleh perorangan maupun kelompok agar tetap solid dalam menghadapi segala gangguan, hal ini telah terbukti disaat perang uhud umat Islam kalah dalam peperangan melawan orang-orang kafir banyak kaum muslimin yang mati terbunuh karena mereka tidak mau menahan diri, tidak mau mengikuti komando dari Rasulullah, tetapi dalam perang badar umat Islam mendapatkan kemenangan dapat mengalahkan kaum kafir karena kum muslimin taat dan patuh kepada pimpinan yaitu Rasulullah SAW.
Berpuasa ternyata juga mendidik hidup menjadi sehat, sehat pikiran , jasmani rohani, pada pokoknya hawa nafsu menjadi tekendali, insya Allah. Demikian catatan ini semoga ada manfaatnya Amiin.