Selasa, 25 April 2017

3 AMAL PENGHAPUS DOSA




3 AMAL PENGHAPUS DOSA & MENINGGIKAN DERAJAT📚



*1▶ Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai.*
*2▶ Memperbanyak langkah kaki menuju ke masjid.*
*3▶ Menunggu shalat setelah shalat.*
Dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda :
ألا أدلكم على ما يمحو الله به الخطايا ويرفع به الدرجات؟ قالوا : بلى يا رسول الله،‍‍ قال: إسباغ الوضوء على المكاره وكثرة الخطا إلى المسجد وانتظار الصلاة بعد الصلاة فذلكم الرباط فذلكم الرباط فذلكم الرباط.
“Apakah kalian mau aku tunjukkan amalan yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat ? Mereka menjawab, “Mau , wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda : “Menyempurnakan wudhu’ pada saat-saat yang tidak disukai, memperbanyak langkah kaki menuju ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Yang demikian itulah Ar-Ribath” (HR. Muslim)
____________
*1▶ Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai.*
" Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai” maksudnya adalah ketika matahari bersinar terik di musim panas, atau pada malam hari di musim dingin dan menjelang shubuh. Karena pada saat-saat seperti itu, orang melakukan wudhu lebih cenderung untuk sekedar menunaikan rukun dan syarat sahnya saja, dan akan banyak sunnah-sunnah wudhu ditinggalkan.
*2▶ Memperbanyak langkah kaki menuju ke masjid.*
“Berjalan kaki menuju ke masjid lebih utama daripada berkendaraan. Namun jangan sampai dalam menerapkan sunnah menyebabkan sunnah yang lebih utama ditinggalkan. Misalnya : Jangan gara-gara ingin berjalan kaki ke masjid, menyebabkan ketinggalan shalat berjama’ah. Hendaknya yang rumahnya lebih jauh dari masjid, lebih awal berangkat agar dapat berjalan kaki menuju masjid dan tidak ketinggalan berjama’ah. Atau bagi yang rumahnya sangat jauh dari masjid, sehingga mengharuskan dirinya berkendaraan, maka hendaknya memarkir kendaraannya agak jauh dari masjid, supaya tetap dapat menerapkan sunnah berjalan kaki menuju masjid.
Berjalan dengan langkah pendek-pendek lebih utama daripada langkah panjang-panjang. Karena secara matematis saja, dengan jarak yang sama, langkah pendek-pendek lebih banyak daripada langkah panjang-panjang. Dengan demikian, kebaikan atau keutamaan yang didapat juga akan lebih banyak.
*3▶ Menunggu shalat setelah shalat.*
Menunggu shalat setelah shalat maksudnya adalah hatinya senantiasa merindukan akan datangnya waktu shalat yang berikutnya. Sama halnya dengan orang yang hatinya tergantung di masjid. Maksudnya, bukan orang yang senantiasa berada di masjid dan tidak pernah keluar setapak kaki pun dari masjid.
Dari uraian ini, dapatlah disimpulkan, bahwa "Menyempurnakan wudhu, berjalan kaki menuju masjid, menunggu dan merindukan datangnya waktu shalat merupakan jihad fi sabiilillah. Karena seorang muslim ketika melakukan hal-hal tersebut, berjuang dengan gigih melawan nafsunya. Karena melawan hawa nafsu bukan perkara ringan, maka Rasulullah menyerupakan-nya dengan “Ar-ribath” yang pada asalnya merupakan istilah di dalam medan jihad".
TAMBAHAN :
Rasulullah Saw. bertanya kepada malaikat Jibril a,s,, “Wahai Jibril, tempat manakah yang paling disenangi Allah?” Jibril a.s. menjawab, “Masjid-masjid, dan yang paling disenangi adalah yang pertama masuk dan yang paling terakhir meninggalkannya.” (HR. Muslim).

Jumat, 14 April 2017

ENAM PERTANYAAN IMAM AL GHOZALI



6 PERTANYAAN GURU, 6 JAWABAN SALAH ?


*Pada suatu hari, Imam Al-Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu beliau mengajukan 6 pertanyaan.*
1⃣~ "Apa yang paling DEKAT dengan diri kita di dunia ini ?".
Murid-muridnya ada yang menjawab : "Orang tua, guru, teman dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan : Semua jawaban itu benar. tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab itu sudah janji Allah Swt. bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Lihat QS. Ali Imran : 185).
2⃣~ "Apa yang paling JAUH dari diri kita di dunia ini ?".
Murid-muridnya ada yang menjawab : Bulan, matahari dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU." Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
3⃣~ "Apa yang paling BESAR di dunia ini ?".
Murid-muridnya ada yang menjawab : Gunung, bumi, lautan dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Lihat QS. Al-A'Raf : 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita celaka dan ke neraka.
4⃣~ "Apa yang paling BERAT di dunia ini ?".
Dari mereka ada yang menjawab : Baja, besi, dan gajah. Semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling berat adalah "Memegang AMANAH" (Lihat QS. Al-Ahzab : 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah Swt. meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah Swt., sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
5⃣~ "Apa yang paling RINGAN di dunia ini ?".
Ada yang menjawab : Kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "MENINGGALKAN SHOLAT." Gara-gara pekerjaan, perniagaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting dan lain-lain kita tinggalkan sholat. Sampai kapan kita remehkan ibadah shalat?.
6⃣~ "Apakah yang paling TAJAM di dunia ini ?".
Murid-muridnya menjawab dengan serenta : pedang. Benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah "LIDAH Manusia". Karena melalui lidah, Manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
________________________

Senin, 13 Maret 2017

YANG SUDAH MATI MINTA KESEMPATAN HIDUP LAGI





YANG SUDAH MATI MINTA KESEMPATAN HIDUP LAGI

Oleh : Sudono AL-Qudsi
           
Dalam surat Almunaafiqun ayat 11 sebagai berikut :
   


10. dan belanjakanlah (dermakanlah) sebahagian dari rezeki Yang Kami berikan kepada kamu sebelum seseorang dari kamu sampai ajal maut kepadaNya, (kalau tidak) maka ia (pada saat itu) akan merayu Dengan katanya: " Wahai Tuhanku! Alangkah baiknya kalau Engkau lambatkan kedatangan ajal matiku - ke suatu masa Yang sedikit sahaja lagi, supaya Aku dapat bersedekah dan dapat pula Aku menjadi dari orang-orang Yang soleh ".
11. dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali akan melambatkan kematian seseorang (atau sesuatu Yang bernyawa) apabila sampai ajalnya; dan Allah amat mendalam pengetahuannya mengenai Segala Yang kamu kerjakan.
          Ayat diatas menjelaskan bahwa tidak mungkin dihidupkan kembali kalau manusia sudah meninggal dunia , kenapa tidak menunda untuk haji, umroh, rekreasi, akau membelikan mobil indah dan lainnya ? ternyata tidak yang akan dilakukan jika diberi hidup lagi dia akan bersedekah dan  biar  menjadi orang sholih, hanya itu saja karena bersedekah itu untuk keperluan orang banyak, orang lain sedangkan pergi haji, umroh,  sholat tahajud dan sebagainya semua akan kembali pada dirinya sendiri.
Sebagaimana cerita Abu bin Hisyam ahli  sholat tahajud sepanjang hidupnya, pada suatu malam bertemu dengan Malaikat dan terjadilah dialoq antara keduanya dst…
Anda disini malam-malam begini ada apa ? dan apa yang anda bawa itu ? Tanya Abu bin  Hisyam. Saya adalah Malaikat yang diperintah Alloh untuk mencari orang-orang yang mencintai Alloh( pecinta Alloh)  dan menulis dibuku besar ini. Tolong bukakan buku itu apa namaku sudah tercatat dalam buku besar yang anda bawa ? setelah dibolakbalik terntara tidak ada nama anda , kata Malaikat. Sampai disuruh mengulang lagi membuka buku tersebut.
Lalu terejutlah Abu bin Hisyam karena tidak ada namanya , percuma selama ini aku selalu tahajud dan siang malam aku beribadah kepada Alloh.
Lalu kenapa anda tidak menulis namaku dalam buku tersebut wahai Malaikat ? sebenarnya tanganku ingin mencatat namamu akan tetapi Alloh tidak memperkenankan kami menulisnya. Apa gerangan yang menyebabkan Alloh melarangnya ? kata Alloh : ibadahmu itu karena riya’, kamu ceritakan kesana kemari pada orang banyak , kamu rajin tahajud, puasa, haji, umroh dan sebagainya padahal semua itu hanya kembali dan bermanfaat untuk dirimu sendiri bukan untuk orang lain.
Tetapi berbeda dengan sedekah yang tentu untuk menyenangkan orang lain itulah yang disukai Alloh. Itulah kanapa mereka yang sudah mati pasti ingin hidup kembali dan akan bersedekah  dst…. Itulah sekelumit cerita dalam kitab Mukasyafatul Qulub ) . demikian semoga ada manfaatnya. Amiiin.

Selasa, 21 Februari 2017

PENYEBAR FITNAH




PENYEBAR  FITNAH

Oleh :   Sudono Al-qudsi

Ada orang yang menyesali perkataan, perbuatan dan lainnya karena dirinya merasa telah menfitnah, mengadu domba, menyebar kebohongan  atau apapun istilahnya  kepada  orang lain,  dan sekarang ini bukan satu atau dua orang tetapi sudah tak terhitung dan ada dimana-mana , yang  menghujat, dan banyak lainnya.
Karena menyadari dan menyesali perbuatannya,  lalu orang yang menfitnah itu bertanya kepada seorang kyai Husaen namanya ,   karena termasuk pernah menfitnah kyainya. Pak kyai mohon ajarkan  saya , sesuatu yang bisa menghapuskan kesalahan  saya ini, nanti aku akan menjaga lisanku, tak ingin sedikitpun meyebarkan kebohongan dan menyinggung  perasaan kyai.
Jawab kyai Husaen  : kau serius ? ya …dan saya benar-benar ingin menebus kesalahan saya. Kyai Husaen terdiam  beberapa saat  ,  ia tampak berpikir dan aku  sudah membayangkan sebuah do’a yang akan diajarkan kepadaku , yang jika aku membacanya beberapa kali,  maka Alloh akan mengampuni  dosa-dosaku. Aku  juga membayangkan sebuah laku atau tirakat apa saja yang bias  menebus kesalahan dan menghapuskan dosa-dosaku,  lalu sejenak kyai Husain mengucapkan sesuau yang benar-benar  diluar perkiraanku , diluar pikiranku….
Lalu kyai Tanya : apa kamu punya sebuah  KEMOCENG dirumahmu ?  aku heran kenapa  malah tanya tentang kemoceng dan tidak sesuai dengan pertanyaanku. Maaf kyai maksudnya apa ?  kyai Husaen tertawa dan  sedikit terbatuk seperti biasanya, sambil mengangguk-anggukkan kepala ia menghampiriku ,   ya……ya ….temukan sebuah KEMOCENG dirumahmu.  Saya berpikir wah… benar-benar serius pak kyai itu .  dan saya jawab ,  oh ya,  ada dirumahku kemoceng itu , lalu apa yang harus saya lakukan terhadap kemoceng itu ?  sambil tersenyum kyai Husain mengatakan : besuk pagi kamu berjalan dari rumahmu ke pondokku, berjalanlah sambil mencabuti bulu-bulu dari kemoceng itu, setiap kali kamu mencabut  sehelai bulu,  ingat-ingat perkataan burukmu tentang aku,  lalu jatuhkan  di jalanan yang kau lalui.
Aku hanya bisa mengangguk , aku tak akan membantahnya . barangkali  maksud kyai Husain adalah agar aku merenungkan kesalahan-kesalahanku, dan dengan menjatuhkan bulu-bulunya satu persatu maka, kesalahan-kesalahan itu akan gugur diterbangkan waktu….
Kau  akan belajar sesuatu darinya , kata kyai Husain dan ada senyum  yang terkembang  di wajahku.
Ke esokan harinya , aku menemui kyai Husain dengan sebuah kemoceng yang sudah tak memiliki sehelai bulupun pada gagangnya, aku segera menyerahkan gagang kemoceng itu pada beliau.
Ini pak kyai bulu-bulu  kemoceng itu sudah habis , sudah  aku jatuhkan satu persatu sepanjang perjalanan.  Saya berjalan lebih dari 5 km  dari rumah  saya ke pondok ini, saya mengingat perkataan buruk saya tentang kyai , saya menghitung betapa  luasnya fitnah-fitnah  saya tentang kyai yang sudah saya sebarkan kepada begitu banyak orang  , maafkan saya, maafkan saya kyai….
Kyai Husaen mengangguk-angguk sambil  tersenyum  dan ada kehangatan yang aku rasakan dari raut mukanya , seperti aku katakana  kemarin, aku sudah memaafkanmu. Barangkali kau hanya khilaf dan hanya mengetahui sedikit tentangku,  tetapi kau harus belajar sesuatu …katanya.  Aku hanya terdiam mendengarkan perkataan  kyai Husain yang lembut, menyejukkan hatiku.
Kini  pulanglah, kata kyai Husain ,  dan aku baru saja akan segera beranjakkan kakikub  untuk pamit dan mencium tangannya  , tetapi kyai  Husain melanjutkan kalimatnya : kembalilah dengan berjalan kaki dan menempuh jalan yang sama dengan saat kau menuju pondokku  tadi…        aku terkejut mendengarkan perkataan kyai tadi apalagi mendengarkan syarat berikutnya : di sepanjang jalan  kepulanganmu , pungutlah bulu-bulu  kemoceng yang tadi kau cabuti  satu persatu , esuk hari laporkan kepadaku berapa banyak,  berapa bulu yang kau kumpulkan .
Aku terdiam, aku tak mungkin menolak permintaan kyai Husain,  sepanjang perjalanan pulang aku  berusaha menemukan bulu-bulu kemoceng yang tadi kulepaskan di sepanjang jalan . hari yang terik , perjalanan yang melelahkan , betapa sulit menemukan  bulu-bulu itu. mereka tentu saja telah  tertiup angin , atau menempel disebuah  kendaraan yang sedang  menuju kota yang jauh, atau tersapu kemana saja ke tempat yang kini tak mungkin aku ketahui.
Tapi aku harus menemukan  mereka , aku harus terus mencari  ke setiap sudut jalanan, ke gang-gang sempit,  pokoknya kemana saja dan aku terus berjalan , setelah berjam-jam , aku  berdiri di  depan rumahku dengan pakaian yang dibasahi keringat , nafasku berat, tenggorkanku kering ,  di tanganku , ku genggam 5 helai  bulu kemoceng  yang berhasil kutemukan di sepanjang perjalanan.
Hari pun sudah menjelang petang, dari ratusan yang kucabuti dan kujatuhkan dalam perjalanan pergi  hanya 5 helai yang berhasil kutemukan dan kupungut lagi di perjalanan pulang,  ya hanya 5 helai, benar 5 helai.
Lalu hari berikutnya aku menemui kyai Husaen dengan wajah yang murung , aku serahkan 5 helai bulu kemoceng itu pada   kyai.   Ini kyai.. ya hanya ini yang berhasil saya temukan dan saya genggam  dan aku meyodorkannya pada kyai,  kayai Husaen terkekeh “ kini kau telah belajar sesuatu “katanya.  Aku mengernyitkan dahiku,  apa yang telah aku pelajari dari pak kyai aku benar-benar tidak mengerti . jawab kyai Husaen,  ya tentang FITNAH-FITNAH ITU’ jawabnya.
Begini , bulu-bulu yang kau cabuti dan kau jatuhkan di sepanjang perjalanan adalah fitnah-fitnah yang kau sebarkan . meskipun kau benar-benar menyesali perbuatanmu dan  berusaha memperbaikinya, fitnah-fitnah itu telah menjadi bulu-bulu beterbangan entah kemana.  Bulu-bulu itu adalah kata-katamu , mereka dibawa angin kemana saja, keberbagai tempat yang tak mungkin kau duga-duga , ke berbagai  wilayah yang tak mungkin bisa kau hitung.
Tiba-tiba aku menggigil mendengarkan kata-kata kyai  Husaen, yang seolah-olah ada tabrakan pesawat yang paling  dasyat di dalam kepalaku,  seakan-akan ada hujan pisau yang menghujam jantungku.  Aku ingin menangis se keras-kerasnya, bahkan aku ingin mencabut lidahku sendiri.
Bayangkan salah satu dari  fitnah-fitnah suatu saat kembali pada dirimu sendiri, barang kali  kamu akan berusaha meluruskannya, karena kau benar-benar  merasa bersalah telah menyakiti orang lain dengan kata-katamu itu,  Barangkali kau tak ingin mendengarnya lagi. Tetapi kau tak bisa menghentikan  semua itu. Kata-katamu yang sudah terlanjur tersebar  dan terus disebarkan  diluar kendalimu,   tak  bisa kau bungkus lagi dalam sebuah kotak besi untuk kau kubur dalam-dalam sehingga tak ada orang lain  yang mendengarnya dan waktu telah mengabadikanya . fitnah-fitnah itu telah menjadi dosa yang terus  beranak pinak tak ada ujungnya.  Agama menyebutnya dosa jariyah , dosa yang terus menerus berjalan diluar kendali  pelaku pertamanya , maka tentang fitnah-fitnah itu , meskipun aku atau siapapun  saja yang kau fitnah telah memaafkanmu sepenuh hati  , fitnah-fitnah itu terus mengalir hingga kau tak bisa membayangkan ujung dari semuanya, bahkan meskipun kau telah meninggal dunia, fitnah-fitnah itu terus hidup karena angin waktu telah membuatnya abadi.  Maka kau tak bisa menghitung lagi  berapa banyak fitnah-fitnah itu telah memberatkan timbangan keburukanmu kelak.
Tangisku banar-benar pecah , aku tersungkur dilantai, astaghfirllohal adlim, astaghfrllohal adlim,,,,  astaghfrllohal adlim , aku hanya bisa terus mengulangi istighfar , dadaku gemuruh, air mata menderas dari kedua ujung  mataku.
Tolong pak kyai,  ajari…. ajari saya apa saja untuk dapat membunuh fitnah-fitnah itu, ajari saya,,,,     astaghfirllohal adlim,,, aku terus menangis menyesali apa yang telah aku perbuat,  pak kyai pun  tertunduk meneteskan air matanya  “aku telah memaafkanmu  setulus hatiku nak, kini aku hanya bisa mendoakanmu  agar Alloh mengampunimu , mengampuni  kita semua,  kita harus percaya bahwa Alloh Maha terus-meners menerima taubat  manusia..   innalloha tawwaburrohim…aku disambar halilintar jutaan megawatt yang mengguncangkan batinku , aku  ingin mengucapkan sejuta atau semilliar  istigfatr  untuk semua yang sudah kulakukan.  Aku ingin membacakan doa -doa apa saja untuk menghentikan fitnah-fitnah itu.
Selanjutnya kyai mengatakan : kini kau telah belajar sesuatu, setengah berbisik, pipinya masih basah oleh air mata , fitnah-fitnah  bukan hanya tentang dirimu dan seseorang yang kau sakiti , ia lebih luas lagi . Demikianlah anakku , fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.
Demikian bahaya dari fitnah untuk menjadi renungan yang berharga , semoga kita menjadi hamba Alloh yang pandai bersyukur, terimakasih semoga  ada manfaatnya, amiin , 

Blitar 16 Pebruari 2017.


Minggu, 19 Februari 2017

LUPAKAN KESALAHAN ORANG LAIN DAN JANGAN DI INGAT-INGAT ITULAH TAGHOFUL





LUPAKAN KESALAHAN ORANG LAIN
DAN JANGAN DI INGAT-INGAT  ITULAH  TAGHOFUL

artinya: "Melupakan kesalahan saudara kita dan tidak mengingat ingatnya kembali".
Ibnul Jauzi rahimahullah berkata :

ﻣﺎ ﻳﺰﺍﻝ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ ﻋﻦ ﺍﻟﺰﻻﺕ ﻣﻦ ﺃﺭﻗﻰ ﺷﻴﻢ ﺍﻟﻜﺮﺍﻡ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﺠﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺰﻻﻥ ﻭﺍﻷﺧﻄﺎﺀ ﻓﺈﻥ ﺍﻫﺘﻢ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﺑﻜﻞ ﺯﻟﺔ ﻭﺧﻄﻴﺌﺔ ﺗﻌﺐ ﻭﺃﺗﻌﺐ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﺍﻟﺬﻛﻲ ﻣﻦ ﻻ ﻳﺪﻗﻖ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺻﻐﻴﺮﺓ ﻭﻛﺒﻴﺮﺓ ﻣﻊ ﺃﻫﻠﻪ ﻭﺃﺣﺒﺎﺑﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﺟﺮﺍﻧﻪ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﺗﺴﻌﺔ ﺃﻋﺸﺎﺭ ﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ.

"Melupakan kesalahan orang lain adalah sifat orang-orang mulia. Karena manusia tak ada yang lepas dari kesalahan dan dosa. Apabila seseorang selalu memperhatikan tiap kesalahan orang lain, ia akan lelah dan membuat orang lain lelah. Oleh karena itu imam Ahmad berkata, “Sembilan persepuluh akhlak yang baik ada pada taghaful.”
(Tahdzibul Kamal 19/230)





Selasa, 14 Februari 2017




PASTIKAN ANDA TIDAK BERTEMAN DENGAN 8 ORANG INI

Ada beberapa pendapat tentang  bagaimana  menghindari teman di facebook, seperti dilansir oleh The Stir (14/01 ) yang  menyatakan  orang-orang tersebut adalah  :

1. Pengasuh bayi
Menjadi teman pengasuh bayi Anda di Facebook hanya akan membuat Anda paranoid. Jika pengasuh bayi sangat aktif bermain Facebook, bagaimana nasib bayi Anda?
2. Pelatih kebugaran
Menjaga hubungan dengan pelatih kebugaran hanya sebatas di pusat kebugaran saja sepertinya ide yang bagus. Dia tak perlu tahu makanan berlemak apa saja yang baru saja Anda makan. Ini hanya akan menyebabkan masalah untuk Anda.
3. Pemuka agama yang Anda kenal
Jika Anda memiliki pemuka agama yang dekat dengan Anda, katakanlah seorang pendeta, ustadz, atau lainnya, sepertinya tak perlu menjadikannya teman Facebook. Alasannya? Anda akan menjadi khawatir setiap kali menulis sesuatu atau mengunggah foto yang tidak mereka sukai.
4. Mantan dari suami
Untuk apa menjadikan mantan dari suami Anda sebagai teman Facebook? Hal ini hanya akan membuat Anda tertarik untuk terus menguntitnya dan membanding-bandingkan. Apakah dia secantik Anda, apakah dia lebih pintar, apakah suaminya atau pasangannya sekarang lebih menarik?
5. Atasan
Menjadi teman Facebook atasan bisa menyebabkan situasi yang canggung. Facebook bukan tempat yang tepat untuk membicarakan pekerjaan. Lagipula, Anda akan menjadi tak bebas karena sedikit saja kesalahan di Facebook bisa membuat Anda dipecat.
6. Mantan pacar
Menjadi teman Facebook mantan pacar sepertinya langkah mudah untuk bisa benar-benar 'berteman' dengannya. Namun ini bisa berujung pada malapetaka. Bagaimana jika mantan Anda masih terobsesi pada Anda dan melakukan hal-hal tak diinginkan pada akun Facebook Anda.
7. Mantan istri/suami
Sebaiknya jangan jadi teman mantan istri atau suami, terutama jika Anda dan dia sudah memiliki anak. Bisa jadi akan ada perang status, atau drama yang berkaitan dengan anak Anda.
8. Orang yang pernah melakukan bullying pada Anda
Anda tidak menyukai sikap jahat mereka ketika di SMA atau perguruan tinggi, jadi Anda pasti tak akan suka jadi 'teman' mereka sekarang. Meski hidup mereka terlihat hancur dan membuat Anda senang melihatnya, jangan jadikan mereka teman. Jika dia mengirim permintaan pertemanan, segera klik tombol 'Abaikan'.
    Jika tak mau bermasalah dengan teman-teman Facebook, sebaiknya hindari menjadikan delapan orang di atas ini sebagai teman.


Selamat membaca semoga ada gunanya, terimakasih.

Sudono Al-qudsi.