Minggu, 23 Oktober 2016




TERGELINCIR

Oleh  :  Sudono Al-Qudsi


        Nu’man bin Tsabit atau yang biasa dikenal dengan nama Imam Abu Hanifah  pernah berjalan berlawanan arah dengan seorang budak kecil yang berjalan mengenakan terompet kayu.
Sang imam berkata “ hati-hati nak dengan terompet kayumu, jangan sampai kamu tergelincir. Budak inipun tersenyum dan mengucapkan terimakash atas perhatian sang Imam Abu Hanifah.
Bolehkan saya tahu namamu tuan ?  tanya si budak kecil tadi. Nu’man namaku,  jawab sang imam tadi  , oh jadi, tuankah yang selama ini terkenal dengan gelar Al Iman, Al A’dhom ( imam agung itu ? ) Tanya si budak.
Bukan  aku yang memberi gelar itu,  masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku,  jawab si imam.
        Wahai Imam berhati-hatilah dengan gelarmu, jangan sampai tuan tergelincir  ke neraka karena gelar itu. Terompah kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia ini , tetapi gelarmu itu dapat menjerumuskan kamu ke dalam api yang kekal  JIKA KESOMBONGAN DAN KEANGKUHAN menyertainya…
Ulama besar yang di ikuti banyak ummat itupun tersungkur menangis menerima nasehat “ tajam” dari seorang budak kecil. Imam Abu  Hanifah bersyukur , siapa sangka peringatan yang begitu dalam maknanya , justru datang dari lidah seorang anak kecil.
Betapa banyak manusia yang tertipu karena PANGKAT, tertipu karena KEDUDUKAN, tertipu karena GELAR,  atau TITEL,  tertipu karena POSISI yang dimuliakan , tertipu karena STATUS SOSIAL, tertipu karena sebutan  gelar haji/hajjah, ustadz, al fadlil, syeh, doctor dan sebagainya.
         Marilah kita berhati-hati dan terus saling mengingatkan agar jangan sampai  kita tergelincir. Jangan sampai kita menjadi angkuh dan sombong karena gelar, pangkat, status social dan kebesaran di dunia .
Andaikan sepasang tangan yang  menarik  kita tatkala terjatuh lebih kita butuhkan dari seribu tangan  yang menyambut kita tatkala tiba di puncak kejayaan.
Mari kita hubungi sahabat-sahabat kita …. Karena sahabat yang baik adalah pelita di kegelapan .. kadang cahayanya  baru terasa  ketika dunia terasa gelap.
Ketahuilah Tdak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya sebesar biji sawi (HR Muslim ).
Undur ma qol wala tandur manqol ( perhatikan apa yang diucapkan dan jangan memandang siapa yang berbicara ).
       Demikian semoga tulisan ini  bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar