TAFSIR SURAH AL-MUNAFIQUN AYAT 9 DAN 10
Oleh : Sudono
Al-Qudsi
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ
أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ
فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan
anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat
demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (Al-Munafiqun 63:9)
Ayat diatas, Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya agar memperbanyak
dzikir dan melarang mereka dari menyibukkan diri dengan harta dan anak,
sehingga lupa berdzikir kepada-Nya. Allah juga memberitahan bahwa barang siapa
yang terpedaya dengan kenikmatan dunia dan
perhiasannya sehingga membuat dirinya lupa untuk berdzikir dan melakukan
ketaatan kepada Allah, maka sesungguhnya
dia termasuk orang-orang yang merugi, baik rugi terhadap dirinya sendiri maupun
merugikan keluaraganya pada hari qiamat kelak. Setelah itu Allah mendorong
mereka untuk senantiasa berinfaq sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya[1].
Lalu Allah berfirman:
وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن
يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ
أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami
berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu;
lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan
(kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan
aku termasuk orang-orang yang saleh?" (Al-Munafiqun 63:10).
(Dan belanjakanlah) dalam berzakat (sebagian dari apa
yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah
seorang di antara kalian; lalu ia berkata, "Ya Rabbku, ( Mengapa tidak)
lafal لَوْلَآ di sini bermakna kalla, yakni kenapa tidak.
Atau huruf لَآ dianggap sebagai huruf zaidah dan huruf لَو bermakna tamanni, yakni seandainya (Engkau
menangguhkan aku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat
bersedekah) bentuk asli lafal ashshaddaqa adalah atashaddaqa, kemudian huruf ta
diidghamkan ke dalam huruf shad sehingga jadilah ashshaddaqa, yakni supaya aku
dapat membayar zakatku (dan aku termasuk orang-orang yang saleh?")
seumpamanya aku akan menunaikan ibadah haji. Ibnu Abbas r.a. telah memberikan
penafsirannya, bahwa tiada seseorang pun yang melalaikan untuk membayar zakat
dan melakukan ibadah haji, melainkan ia meminta supaya kematiannya ditangguhkan
di saat ia menjelang ajalnya[2].
(Tafsir Al-Jalalain,hal. 108).
Kata an pada أَن يَأْتِىَ mengandung
isyarat dekatnya kedatangan kematian, bertujuan setiap orang agar selalu siap, karena kehadiran maut sudah dekat[3].
Demikianlah
semoga tulisan sngkat iniada manfaatnya, amiin. Terimakasih.
[1] Imam
Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Juz 28,29,30, Tahqiq Syekh Ahmad Abdul Rabbi
An-Nabi, dkk. Insan Kamil , Jilid 10, Jakarta, 2015, hal.178.
[2] Imam
Jalaluddin Abu Bakar As Suyuthi, Tafsir jalalain, Juz 2, Syirkah Ma’arif,
Bandung, Hal.108
Tidak ada komentar:
Posting Komentar