Rabu, 08 Mei 2019

TAFSIR SURAH AL-MUNAFIQUN AYAT 9 DAN 10






TAFSIR SURAH AL-MUNAFIQUN  AYAT 9 DAN 10
Oleh : Sudono Al-Qudsi

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (Al-Munafiqun 63:9)
Ayat diatas,  Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya agar memperbanyak dzikir dan melarang mereka dari menyibukkan diri dengan harta dan anak, sehingga lupa berdzikir kepada-Nya. Allah juga memberitahan bahwa barang siapa yang terpedaya dengan kenikmatan dunia  dan perhiasannya sehingga membuat dirinya lupa untuk berdzikir dan melakukan ketaatan kepada  Allah, maka sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang merugi, baik rugi terhadap dirinya sendiri maupun merugikan keluaraganya pada hari qiamat kelak. Setelah itu Allah mendorong mereka untuk senantiasa berinfaq sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya[1]. Lalu Allah berfirman:
وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (Al-Munafiqun 63:10).
(Dan belanjakanlah) dalam berzakat (sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian; lalu ia berkata, "Ya Rabbku, ( Mengapa tidak) lafal لَوْلَآ   di sini bermakna kalla, yakni kenapa tidak. Atau huruf   لَآ  dianggap sebagai huruf zaidah dan huruf لَو   bermakna tamanni, yakni seandainya (Engkau menangguhkan aku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah) bentuk asli lafal ashshaddaqa adalah atashaddaqa, kemudian huruf ta diidghamkan ke dalam huruf shad sehingga jadilah ashshaddaqa, yakni supaya aku dapat membayar zakatku (dan aku termasuk orang-orang yang saleh?") seumpamanya aku akan menunaikan ibadah haji. Ibnu Abbas r.a. telah memberikan penafsirannya, bahwa tiada seseorang pun yang melalaikan untuk membayar zakat dan melakukan ibadah haji, melainkan ia meminta supaya kematiannya ditangguhkan di saat ia menjelang ajalnya[2]. (Tafsir Al-Jalalain,hal. 108).
Kata an pada  أَن يَأْتِىَ mengandung isyarat dekatnya kedatangan kematian, bertujuan setiap orang agar selalu  siap, karena kehadiran maut sudah dekat[3].
Demikianlah semoga tulisan sngkat iniada manfaatnya, amiin. Terimakasih.




[1] Imam Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Juz 28,29,30, Tahqiq Syekh Ahmad Abdul Rabbi An-Nabi, dkk. Insan Kamil , Jilid 10, Jakarta, 2015, hal.178.
[2] Imam Jalaluddin Abu Bakar As Suyuthi, Tafsir jalalain, Juz 2, Syirkah Ma’arif, Bandung, Hal.108
[3] M. Quraish Shihab, Tafsir Al- Mishbah, Volume 14, Lentera Hati, Jakarta,  2002, Hal.255.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar